Sejarah Pembangunan Desa Sukarame

SEJARAH PEMBANGUNAN DESA

Demografi

  • Letak Geografis

Desa Sukarame  terletak antara 6044’ – 70083’ Lintang Selatan dan 107021’ – 108021’ Bujur Timur, dengan luas wilayah 374.3H6, yang terdiri dari 3 Dusun dengan 16 Rukun Warga (RW) dan 37 Rukun Tetangga (RT). Desa Sukarame  memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut :

Sebelah Utara    :  Desa Tambaksari Kecamatan Leuwigoong

Sebelah Timur   :  Desa Margacinta Kecamatan Leuwigoong

Sebelah Selatan :  Desa Sukalaksana Kecamatan Banyuresmi

Sebelah Barat    :  Desa Margaluyu   Kecamatan Leles

Secara visualisasi, wilayah administratif  dapat dilihat dalam peta wilayah Desa Sukarame  sebagaimana gambar di bawah ini .

Gambar : 1

Peta Administratif Desa Sukarame

1 

Sumber :Data Desa Sukarame  

  • Topografi

Desa Sukarame merupakan desa yang berada di daerah dataran dan lereng berbukit, dengan ketinggian antara 500 – 700 m dpl (diatas permukaan laut). Sebagian besar wilayah Desa Sukarame  adalah lereng bukit dengan kemiringan antara 150– 250. Di sebelah timur dibatasi oleh hamparan pesawahan Sukarame  yang sekaligus menjadi Batas dengan Desa Margacinta Kecamatan Leuwigoong , dan disebelah selatan dengan lereng bukit  yang merupakan sentra kegiatan pertanian masyarakat  , juga sekaligus menjadi batas administratif dengan wilayah Desa Sukaksana Kecamatan Banyuresmi.dan sebelah utara dibatasi juga oleh jalan Kabupaten dari arah leles menuju Kecamatan Leuwigoong yang berbatasan dengan Desa tambaksari Kecamatan Leuwigoong.

 

  • Hidrologi dan Klimatologi

Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa. Berdasarkan hidrologinya, aliran-aliran sungai di wilayah desa Sukarame  membentuk pola Daerah Aliran Sungai, yaitu daerah aliran situ dari situ jongor sampai dengan situ sukarame , Tercatat beberapa solokan ( Irigasi ) baik skala kecil, sedang, dan besar, terdapat di DesaSukarame , seperti :

  • Selokan ( Irigasi ) Cibuyutan (Terbesar, merupakan batas wilayah dengan Desa Margahayu dan desa Sukarame ),
  • Selokan ( Irigasi ) lamping (Batas Wilayah dengan Desa Margaluyu)
  • Selokan ( Irigasi ) Susukan Cileuweung (Batas Wilayah dengan Desa Margaluyu)
  • Selokan ( Irigasi ) lamping (Batas Wilayah dengan Desa Margaluyu)
  • Selokan ( Irigasi ) Toblong yang mengaklir disepanjang sawah milik para petani yang ada di wilayah desa sukarame.

Disamping itu ada pula beberapa mata air yang bisa digunakan sebagai sumber mata air bersih, maupun sumber air untuk pertanian.

Mata air utama yang menghidupi masyarakat Desa Sukarame  adalah diantaranya:

  1. Mata Air Pabeuteu,
  2. Mata Air Jongor,

Secara umum akhir-akhir ini terjadi penurunan kualitas curah hujan dan jumlah hujan dibanding keadaan selama tahun-tahun sebelumnya, hal ini dapat menjadi sangat berpengaruh terhadap beberapa sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat penggarap sawah.Ditunjang pula oleh terjadinya pembalakan hutan Rakyat yang tidak terkendali, akibat kurangnya pengawasan dari semua pihak terkait.

 

  • Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan

Pada umumnya lahan yang terdapat di Desa Sukarame  digunakan secara produktif, dan hanya sedikit saja yang tidak dipergunakan. Hal ini menunjukkan bahwa Kawasan Desa Sukarame  memiliki Sumber daya alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas lahan berupa sawah teknis seluas 68,400 ha, Non Tehnis  teknis 90,600 Ha, Tadah hujan  2,350 Ha, dan yang lainnya berupa Tanah Kering 95,000 Ha, Hutan Rakyat 80,300 Ha, Tanah Lainya 38 Ha  . Untuk lebih jelasnya mengenai luas tanah dan penggunaanya dapat dilihat pada tabel berikut ini

 

Tabel : 2

Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaan

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

Sawah (Ha) Darat [Ha]
Teknis Non Teknis Tadah Hujan Lahan Kering & Pemukiman Hutan Rakyat Tanah lainya pasilitas umum Hutan Rakyat/Kebun Rakyat Ket
68,400 90,600 2,350 95,000 38 80,300

 

Sumber :Data Desa Sukarame

 

 

  • Keadaan Sosial
    • Kependudukan

Penduduk Desa Sukarame  berdasarkan data terakhir hasil Sensus Penduduk Tahun 2014 tercatat sebanyak 6.189 jiwa, Tahun 2010 sebanyak 5.804 Jiwa, Tahun 2008 Sebanyak 5.769 jiwa, Tahun 2007 sebanyak5.669 Jiwa, mengalami kenaikan setiap tahunnnya rata-rata sebesar 2.4 %. Dan jumlah jiwa berdasarkan hasil Verifikasi data F.1.01 Desember 2010  Adalah 6.212 Jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel : 3 di bawah ini.

 

Tabel : 3

Jumlah Penduduk Desa Sukarame

Tahun 2016

No Tahun Jumlah Laju Pertumbuhan
1 2007 5.669 Jiwa 4.2 %
2 2008 5.769 Jiwa 2.6 %
3 2010 5.804 Jiwa 2.3 %
4 2010 5.829 Jiwa 0,4 %
5 2011 Hasil Verifikasi 6.262 Jiwa 20 %
6 2014 6.189 Jiwa 0 %
7 2015 6.176 Jiwa 0 %
8 2016 6.164 Jiwa 0 %

 

Sumber :Data Desa Sukarame

 

Jumlah rumah tangga di Desa Sukarame  Tahun 2007, sebanyak 1.440 Rumah Tangga/KK, Tahun 2008, sebanyak 1.484 Rumah Tangga/KK, Tahun 2010, sebanyak 1.511  Rumah Tangga/KK.Tahun 2014, sebanyak 1.658Rumah Tangga/KKHasil Verifikasi 1662 Rumah Tangga/KK Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4 di bawah ini.

 

 

Tabel :4

Luas Daerah, Jumlah Rumah Tangga, Kepadatan/km2

Rata-rata Rumah Tangga dan Sex Ratio

Di Desa Sukarame Hasil Verifikasi F.1.01 Tahun 2016 Akhir

 

No RW / Kp Jumlah

Rumah Tangga

Jumlah

 Jiwa

Sex ratio
1 RW. 01 Ciperang 152 564
2 RW. 02 Segleng 87 353
3 RW. 03 Bbk.Ciperang 88 319
4 RW. 04 Talun Tonggoh 64 213
5 RW. 05 Talun Hilir 90 365
6 RW. 06 Sukarame 126 476
7 RW. 07 Sukarame 168 665
8 RW. 08 Legok 147 479
9 RW. 09 Legok 133 469
10 RW. 10 Keusik 77 295
11 RW. 11 Karang Tengah 90 322
12 RW. 12 Karang Tengah 80 305
13 RW. 13 Caneang 122 457
14 RW. 14 Bojong Gede 83 317
15 RW. 15 Rancahayam 74 268
16 RW. 16 Bojong Gede 77 297
JUMLAH   1.658 6.164

 

Proyeksi jumlah penduduk di Desa Sukarame  Tahun 2.011 berjumlah 6.212 jiwa, Tahun 2014 Berjumlah  6.191 jiwa.

  • Indeks Pembangunan Manusia

Perkembangan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Desa Sukarame  Tahun 2008 s.d. Tahun 2014 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

 

Tabel :5

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Desa Sukarame  Tahun 2016

No Uraian 2014 2015 2016
1 Indeks Pendidikan 55,71 56,91 56,91
2 Indeks Kesehatan 42,07 43,16 43,16
3 Indeks Daya Beli 53,75 64,93 64,93
Target IPM Kec. Leles 52,38 55,70 55,70
Target IPM Kab.Garut 53,38 63,00 63,00
Realisasi IPM 53,84 64,84 74,84

 

Sumber : RPJMD Kabupaten Garut

 

Indeks Pendidikan dan Daya Beli memberikan kontribusi yang cukup tinggi dalam capaian IPM Desa Sukarame , sehingga membuat Desa Sukarame  IPM-nya bisa dikatakan belum mencapai setandar maksimal yang sesuai dengan yang diharapkan oleh Pemerintahan kabupaten Garut.

  • Kesehatan

Tenaga kesehatan di Desa Sukarame  pada Tahun 2013hanya dilayani oleh satu orang tenaga kesehatan Puskesmas pembnantu I Orang dan I Orang Tenaga Bidan Desa desa sukarame belum memiliki tenaga  medis/dokter yang ada hanya dibantu olehParaji  lahir8 orang, dan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan sebanyak 5 Orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini.

Tabel :6

Jumlah Tenaga Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

 

No Tenaga Kesehatan Jumlah Ket.
1 Medis Doktor Umum
Dokter Spesialis
2 Keperawatan Bidan Desa 1
Perawat
3 Partisipasi Masyarakat Paraji Bayi 8
Posyandu 7
Polindes
POD 1
Desa Siaga 1
Kader Kesehatan Aktif 21
Paraji Sunat
JUMLAH 39  

 

Sumber : Data Desa, dan Desa Siaga Caringcing Jaya Desa Sukarame

 

Jumlah kelahiran bayi (persalinan) pada tahun 2016 adalah sebanyak = 76 jiwa, yang terdiri atas bayi lahir hidup sebanyak = 76 jiwa, bayi lahir mati sebanyak = 20 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini.

 

Tabel :7

Jumlah Kelahiran Hidup dan Kematian Bayi

Di Desa Sukarame  Tahun 2015 – 2016 (Jiwa)

No Uraian 2014 2015 2016 Rata-rata
1 Bayi Lahir Hidup 61
2 Jumlah Kematian Bayi 1
JUMLAH     62  

Sumber : Data Desa dan Desa Siaga Mutiara Jaya Desa Sukarame

  • Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sehingga pendidikan adalah sebuah Investasi (modal) di masa yang akan datang.

Di Desa Sukarame  tahun 2014-2016, jumlah guru dan murid tiap tahunnya mengalami peningkatan. Guru pada tahun 2016 berjumlah = 42Orang,

dengan jumlah murid PAUD sebanyak 3530 orang, SD sebanyak 1210 orang, SLTP sebanyak = 458 Orang, SLTA sebanyak = 348 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 8 di bawah ini.

Tabel :8

Data Pendidikan/Sekolah Formal dan Non Formal

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

No Uraian PAUD SD SLTP SLTA
1 Guru 6 42 2
2 Murid 60 908 458

Sumber : Data Desa Sukarame

 

Pada masa kepemimpinan kepala desa ini, jumlah sarana prasarana sekolah, maupun jenjang terus diupayakan baik kuantitas maupun kualitasnya, baik itu negeri maupun swasta, dari mulai TK/PAUD/ s.d. SLTPAdapun jumlah sarana prasarana pendidikan di desa Sukarame  terdiri dari jenjang TK s.d. SLTP, baik formal maupun nonformal. Nama dan Jumlah sarana Pendidikan yang ada di Desa Sukarame untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.10 di bawah ini.

Tabel :9

Data Sarana dan Prasarana Pendidikan

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

No Nama Sekolah Jenjang Status Lokasi Jumlah Murid
1 TK Cahaya Hati TK Swasta RW. 06 Dusun II

Kp. Sukarame

40
2 PAUD Pelita hati PAUD Swasta RW. 06 Dusun II

Kp. Sukarame

353
3 SDN Sukarame  I SD Negeri RW. 03 Dusun I

Kp. Bbk.Ciperang

319
4 SDN Sukarame  II SD Negeri RW. 03 Dusun I

Kp. Bbk.Ciperang

325
5 SDN Sukarame  III SD Negeri RW. 08 Dusun II

Kp. Legok

347
6 SDN Sukarame  IV SD Negeri RW. 13 Dusun III

Kp. Caneang

219
7 SMP Manggala SLTP Swasta RW. 06 Dusun II

Kp. Sukarame

40
8 Pondok Pesantern

Al Misbah

Non Formal Swasta RW. 07

Dusun II

Kp. Sukarame

30

 

Sumber :Data Desa Sukarame

 

Rekapitulasi Jenis dan jenjang Sarana Pendidikan Formal dan Non Formal di Desa Sukarame , dapat dilihat pada tabel 10 di bawah ini.

 

Tabel :10

Jenis dan jenjang Sarana Pendidikan Formal dan Non Formal

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

No Jenjang Jenjang Lokasi
1 TK/PAUD 2 Dusun II
2 SD 4 Dusun I dan Dusun III
3 SLTP 1 Dusun II

 

Sumber : Data Desa Sukarame

 

Jika melihat tabel 2.11 diatas, maka dapat disimpulkan bahwa lokasi sekolah baik formal maupun non formal berdomisili di Dusun I dan III, sehingga di Dusun II ada dua jenis pendidikan formal dan non formal , terutama untuk jenjang SD, maka ini dijadikan target yang harus dapat terealisasi selambat-lambatnya pada akhir masa jabatan kepala desa periode ini (Tahun 2014).

 

 

  • Kesejahteraan Sosial (Masyarakat)

Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin berkembang dan meluasnya bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai permasalahan sosial.Keadaan ini bisa dilihat dan diamati dari data tabel 11 penyandang masalah kesejahteraan social (PMKS) di bawah ini.

 

Tabel : 11

Kondisi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

No Masalah Kesejahteraan Sosial Jumlah Keterangan
1 Anak terlantar 22
2 Anak Nakal
3 Anak Balita terlantar 9
4 Anak jalanan
5 Lansia Terlantar 84
6 Pengemis
7 Gelandangan
8 Korban NAPZA
9 Pekerja Sek Komersial
10 Eks Narapidana 4
11 Penyandang Cacat 36
12 Penyandang Cacat Eks Penyakit Kronis 5
13 Keluarga Miskin Sosial 801
14 Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis
15 Keluarga Rumahnya Tidak layak Huni 30
16 Wanita Rawan Sosial Ekonomi 62
17 Pemulung 6
18 Janda PKRI
19 Korban Bencana Alam 4
20 Masyarakat yang tinggal di daerah bencana 541
21 Komunitas adat terpencil

 

Sumber : Data Monograpi Desa Sukarame

 

  • Ketenaga Kerjaan

Berkaitan dengan perkembangan situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Desa Sukarame  sampai akhir tahun 2016, masih menunjukkan keadaan kondusif, walaupun di pihak lain masih dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang cukup banyak. Keadaan ini semakin sulit dikendalikan sebagai akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan . Banyaknya pencari kerja di Desa Sukarame  adalah sebagai akibat penambahan angkatan kerja baru dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi ini terus berlangsung di berbagai lapisan dan tingkatan sektor-sektor usaha strategis yang banyak menyerap tenaga kerja.Keadaan seperti ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap jumlah pencari kerja yang tidak terproyeksikan sebelumnya.

Jumlah angkatan kerja pada tahun 2016 sebanyak = 243 orang. Jumlah pencari kerja yang dapat tersalurkan dan ditempatkan di perusahaan-perusahaan maupun jenis pekerjaan lainnya sebanyak = 965 orang, sedangkan sisanya sebesar = 1.374 orang belum mendapatkan perkerjaan.

Untuk tahun 2016 jumlah pencari kerja laki-laki sebesar 719  Orang, sedangkan perempuan sebanyak 655 orang, Dari segi pendidikan, lulusan SLTA menempati urutan tertinggi dari jumlah persentase pencari kerja yang berhasil ditempatkan terhadap total pencari kerja, yaitu menurut tingkat pendidikan mencapai angka 35 %.

Dalam hal penyerapan tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara jumlah pencari kerja yang terdaftar mengalami penurunan.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel12 di bawah ini.

 

Tabel : 12

Jumlah Tenaga Kerja, Pencari Kerja, dan Lowongan Kerja

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

No Yang Terdaftar Jumlah Keterangan
1 Pencari Kerja 1.374
2 Yang Ditempatkan 213
3 Lowongan Kerja 739
4 Sisa Pencari Kerja 422

 

Sumber : Data Monograpi  Desa Sukarame

 

Dari tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2016 pencari kerja mengalami kenaikan, begitu pula pada lowongan kerja.Akan tetapi masih terdapat ketimpangan antara pencari kerja dengan lowongan kerja, sehingga jumlah pencari kerja masih banyak yang tidak tertampung pada lowongan kerja yang dari segi kuantitasnya lebih sedikit daripada pencari kerja.

Faktor lain yang menjadi penyebab utamanya adalah kompetensi yang dimiliki, dikaitkan dengan skill yang dibutuhkan oleh lapangan kerja.

 

 

  • Pemuda dan Olahraga

Dalam hal kepemudaan, pada tahun 2016 tidak terlepas dari aktifitas dan eksistensi Karang Taruna, baik level desa maunun level RW, sedangkan jumlah anggota karang taruna aktif untuk level desa berjumlah +25 orang, serta hampir seluruh usia karang taruna terlibat aktif di kepengurusan Tingkat RW, baik pengurus aktif, maupun anggota biasa.

Sedangkan organisasi keolahragaan yang ada di desa Sukarame  cukup variatif, namun semua organisasi tersebut masih dikelola secara amatir, dan hanya penyaluran kegemaran saja. Untuk lebih jelasnya data organisasi keolahragaan dapat dilihat dalam tabel 13 di bawah ini.

 

Tabel : 13

Data Klub / Perkumpulan Olahraga

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

No Klub Olahraga Yang Terdaftar Jumlah Keterangan
1 Klub Sepakbola 6
2 Klub Bola Voli 4
3 Klub Bulu Tangkis 2
4 Klub Tenis Meja 6
5 Klub Senam Sehat 1
6 Klub Jantung Sehat
7 Klub Pencaksilat 2
8 Klub Futsal
JUMLAH 16  

 

Sumber : Data Desa Sukarame

 

Dari klub olahraga diatas, telah banyak melahirkan atlet-atlet berbakat dan ikut serta dalam kegiatan mewakili Desa dan Kontingan Kecamatan, pada beberapatimpenyelenggaraan Pesta Olahraga. Disamping itu juga klub olahraga diatas pernah mengikuti perlombaan beberapa kepanitiaan di tingkat Kecamatan.

 

  • Kebudayaan

Kebudayaan yang ada di desa Sukarame  merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur merupakan dasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya yang dijiwai oleh mayoritas keluhuran Nilai Agama Islam. Salah satu aspek yang ditangani dan terus dilestarikan secara berkelanjutan adalah pembinaan berbagai kelompok kesenian.

Pemerintah terus membina kelompok dan organisasi kesenia yang ada, walaupun dengan keterbatasan dana yang dialokasikan, namun semangat para pewaris kebudayaan di desa Sukarame  terus berusaha menjaga, merawat, serta memeliharanya agar budaya dan kelompok kesenian tersebut terus terpelihara.

Beberapa kelompok kesenian yang ada di Desa Sukarame  yang masih eksis dan terawat walaupun kondisinya sangat memprihatinkan diataranya dapat dilihat dilihat pada tabel 14 dibawah ini.

Tabel : 14

Data Kelompok Budaya dan Kesenian

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

No Jenis Kelompok Kesenian yang ada Jumlah Group Status
1 Seni Calung 1 Aktif
2 Wayang Golek
3 Singa Depok
4 Reog 1 Aktif
5 Pencaksilat 2 Aktif
JUMLAH 4

 

Sumber : Data Desa Sukarame

Keterangan :

  • Aktif = Masih sering melakukan latihan rutin
  • Pasif = Melakukan Latihan, kalau mau ada pentas saja

 

  • Tempat Peribadatan

 

Tabel : 15

Tabel Tempat Peribadatan

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

No Jenis Jumlah Ket.
1 Masjid Jami 12
2 Mushola 14
3 Langgar 4
4 Madrasah 10

 

Sumber : Data Desa Sukarame

  • Keadaan Ekonomi
    • Pajak dan Retribusi Desa

Pajak dan retribusi desa di Desa Sukarame  Tahun 2016 mengalami peningkatan daripada tahun sebelumnya. Penerimaan pajak dan retribusi desa pada tahun 2016 sebesar Rp. 37.580.985,-.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel : 16

Pajak dan Retribusi Desa

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

 

No Uraian 2014 2015 2016
1 Pajak Desa 37.580.980 38.791.510  

48.230.634

2 Retribusi Desa
3 Lain-lain
JUMLAH 37.580.980 38.791.510 48.230.634

 

Sumber :Data Monograpi Desa Sukarame

  • Alokasi Dana Desa ( ADD )

Dana desa pada dasarnya adalah merupakan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Garut yang dialokasikan kepada Desa untuk mendanai kebutuhan desa dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Untuk desa Sukarame  besarnya Alokasi Dana Desa (ADD/DADU) 3 (tiga) Tahun terakhir (2014-2020) adalah sebagaimana bisa dilihat pada tabel dibawah ini.

 

Tabel : 17

Besar Alokasi Dana Desa /DADU

Desa Sukarame  Tahun 2016

No Tahun Jumlah Keterangan
1 2014 65.049.000,- Tetap
2 2015 375.500.000,- Naik
3 2016 505.640.000,- Naik

 

Sumber :BPMPD Kab Garut.

 

  • Sumber Penerimaan Desa Lainnya

Sumber penerimaan desa lainnya di Desa Sukarame  dalam kurun waktu 2014-2020 adalah dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

 

  • Prasarana dan Sarana Sosial Ekonomi

Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat desa Sukarame  berupa usaha perdagangan, terutama warung kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang berskala kecil sekali.

Disamping itu pula sarana ekonomi yang menjadi tulangpunggung ekonomi masyarakat desa Sukarame  adalah Perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar   Kecamatan Leles  , transportasi ojeg, dan sarana lahan pertanian dan perkebunan dengan skala kecil pula.

Hal ini yang menjadikan Desa Sukarame  maupun desayang ada di   Kecamatan Leles    menjadi beda dengan desa dan kecamatan lain di Kabupaten Garut.

Adapun jumlah warung yang menjual kebutuhan sehari-hari di desa Sukarame  sebanyak102 buah. Sedangkan jumlah penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai karyawan pabrik sebanyak 700 orang, 7,3 % dari jumlah penduduk Desa Sukarame .

 

  • Transportasi dan perhubungan

Panjang jalan di Desa Sukarame  pada tahun 2014 sepanjang 8 km  (8.000 meter), yang terdiri dari atas jalan Yang telah diaspal 4 Km, serta jalan yang belum diaspal 4 Kilo atau 4000 M lagi.

Dari  tahun ke tahun , di Desa Sukarame masih belum  dilintasi oleh trayek angkutan kota yaitu baik dari perbatasan maupun dari dalam desa sukarame itu sendiri, sehingga amat menyulitkan  bagi transportasi  penduduk. Sehingga  demikian angkutan ojeg sebagai altternatif alat transportasi penduduk, hal ini bisa terlihat dari banyaknya jumlah pengemudi ojeg di desa Sukarame  yaitu sebanyak ±75 orang.

 

  • Telekomunikasi dan Informasi

Penggunaan jaringan komunikasi di Desa Sukarame  khususnya sambungan telepon pernah ada, walaupun masih terbatas di sekitar wilayah dusun I dan II saja (pusat pedesaan). Jumlah sambungan yang ada (konsumen) yang menggunakan jasa telepon rumah baru mencapai 0 SST/Rumah dikarnakan jaringannya diputuskan dan sampai sekarang belum ada lagi pepmasangan jaringan telepon rumah.

Selanjutnya jasa PT. POS Indonesia amat membantu mobilisasi komunikasi dan distribusi barang dan jasa pos, sehingga berbagai transaksi bisnis maupun jasa yang diperlukan masyarakat semakin mudah dijangkau.

 

  • Pengairan dan Keirigasian

Penanganan keirigasian/pengairan diarahkan dalam rangka memenuhi kebutuhan para petani sawah dan kolam air tawar, maupun tanaman palawija. Kondisi jaringan irigasi di desa Sukarame  pada tahun 2016 ini kondisinya sangat memprihatinkan, mengingat hanya pada musim hujan saja jaringan irigasi ini bisa maksimal, sedangkan  pada musim kemarau airnya berkurang , juga didukung oleh rusaknya saluran irigasi di desa Sukarame  sebagai akibat dari terjadinya pendangkalan (sedimentasi) saluran air.  Hal lain diperparah oleh menurunnya produksi air dari hutan sebagai akibat terjadinya Pengolahann tanaga dengan menggunakan plastik molsa sehingga air hujan tidak langsung meresap kedalam tanaga tetapi langsung turun ke saluran irigasi yang membawa lumpur tanah maka terjadilah pendangkalan.

Dari kondisi diatas, pemerintah desa Sukarame  merasa perlu melakukan terobosan dalam upaya pelestarian saluran jaringan irigasi desa ( Jides ), dan hal ini merupakan program unggulan yang menjadi super prioritas program pembangunan desa pada periode kepeminpinan sekarang ini.

Namun upaya ini terhambat karena kurang adanya perhatian yang optimal dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk menanggulangi masalah kerusakan jaringan irigasi ini, padahal hampir 80 % masyarakat Desa Sukarame  memerlukan air untuk membuat sawah menjadi lebih produktif dan berkualitas.

 

 

  • Drainase

Sistem drainase merupakan sistem pengaliran air hujan yang terdiri dari 2 (dua) macam sistem, yaitu sistem drainase saluran pembuaangan air di pemukiman warga , solokan, atau saluran sekunder atau disebut drainase makro, dan ini menjadi sistem yang hampir seluruhnya digunakan di Desa Sukarame , serta sistem yang melalui saluran-saluran lingkungan atau disebut drainase mikro.

Drainase makro sebagian besar dialirkan sebahagian sepanjang jalan desa sukarame , yang akhirnya bermuara dan merupakan rangkaian dariDrainase yang ada di tiap-tiap saluran pembuangan air di pemikiman warga

 

  • Air Bersih

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti minum, memasak, mencuci, dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, saat ini penduduk desa Sukarame  sebagian besar masih menggunakan mata air konvensional (Non PAM), dan hanya sebagian kecil saja rumah tangga yang menggunakan jasa Pengolahan air secara makro hidro  Desa atau sekitar = 0,3 %, sedangkan yang menggunakan sumur pompa sebanyak =   603 Rumah tangga atau 36 %, sumur gali sebanyak = 430 Rumah tangga atau = 26 %, fasilitas air umum (bersama-sama) sebanyak = 53 Rumah tangga, atau sebesar = 0,3%. Untuk lebih jelasnya mengenai masalah jenis sumber air yang digunakan masyarakat dapat dilihat pada tabel di bawah 18 ini.

 

Tabel : 18

Jenis Sumber Air Bersih Yang Digunakan Masayarakat

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

No Jenis Sumber Air Bersih

Yang Digunakan Masyarakat

Jumlah Rumah Tangga Pengguna Persentase

(%)

1 Pompa Mikro Hidro 53 0,3
2 Sumur Pompa 615 37,00
3 Artesis
4 Sumur Gali 428 25,75
5 Fasilitas Air Bersama 236 14,19
6 Kali/Sungai 136 0,8

 

Sumber : Data Desa Sukarame

 

 

  • Air Limbah

Jenis limbah yang terdapat di Desa Sukarame  dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu limbah domestik dan limbah non domestik. Limbah domestik merupakan limbah hasil buangan rumah tangga dari kegiatan mandi, cuci, dan kakus. Sedangkan limbah non domestik adalah limbah yang dihasilkan  oleh kegiatan non rumah tangga, seperti limbah penggilingan padi, limbah ternak, limbah industry rumah tangga (konveksi) dan sebagainya.

Sistem pembuangan limbah domestik di desa Sukarame  selain menggunakan jamban keluarga berupa septictank/cubluk, juga memanfaatkan sungai, dan kolam, dan pembuangan langsung ke saluran drainase yang ada. Namun berdasarkan data yang ada pada tahun 2013 ini, sudah sebagian besar masyarakat membuang limbah domestik melalui saluran septictank.

 

 

  • Energi

 

Pada umumnya masyarakat desa Sukarame  sudah hampir 65% tersambung jaringan listrik. Mengingat jaringat listrik sudah sampai ke setiap RW seDesaSukarame dan sebahagiankecil terpasang dengan listrik system tolken dari program listrik masuk desa adalah merupakan program listrik dari provinsi, hanya masih ada beberapa rumah tangga yang belum tersambung, karena satu kendala yakni faktor ekonomi. Mereka umumnya mengambil aliran listrik kepada tetangga terdekatnya. Jumlah rumah tangga yang memasang sambungan listrik di Desa Sukarame  pada tahun 2016 sebanyak 725 Rumah tangga.

 

  • Musim

Di desa Sukarame  ada 3 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan dan musim semi.

  • Pola Penggunaan Lahan Pertanian
  1. Lahan Sawah dimusim penghujan ditanami padi dan musim Kemarau kadang ditanami palawija, atau bahkan masih ada petani yang memaksakan untuk menanam padi dalam kondisi musim kemarau di sawah tadah hujan ,
  2. Lahan Pekarangan ditanami macam-macam tanaman kecil, pohon Buah dan Kayu bahan Bangunan.
    • Kondisi Pemerintahan Desa
      • Pembagian Wilayah Desa
        • Luas Wilayah Desa Sukarame

Pekarangan     :   38,00   Ha

Sawah             :   161,00 Ha

Pemukiman     :     95,00 Ha

Perkebunan     :   80,03  Ha

Hutan Negara  :   00,00   Ha

Jumlah           :  374.03 Ha

 

Desa Sukarame  terdiri dari 3 Dusun, 16 RW. dan37 RT yaitu :

  • Dusun I ( RW. 01 s.d. RW. 05,Terletak disebelah Utara)
  • Dusun II ( RW. 06 s.d. RW. 12, Terletak disebelah Selatan )
  • Dusun III ( RW. 13s.d. RW. 16, Terletak disebelah Selatan )
  • Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

STRUKTUR ORGANISASI

DESA SUKARAME

  KECAMATAN LELES   

 

SUSUNAN ORGANISASI TATA KERJA PEMERINTAH DESA

 

KEPALA DESA
SEKRETARIAT DESA
KAUR

KEUANGAN

 

KAUR

TATA USAHA

& UMUM

KAUR PERENCANAAN

 

KEPALA

KEWILAYAHAN 1

KASIE

KESEJAHTRAAN

 

KASIE

PELAYANAN

 

KASIE

PEMERINTAHAN

KEPALA

KEWILAYAHAN 2

KEPALA

KEWILAYAHAN 3


  • Kondisi Pemerintahan Umum

    • Pelayanan Catatan Sipil

Pelayanan yang berkaitan dengan pengaturan kependudukan yaitu, KK, KTP, NIK (surat pengantar saja), serta pelayanan yang berhubungan dengan catatan sipil berupa akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, dan akta-akta lainnya. Jumlah cakupan layanan pendaftaran penduduk dan catatan sipil tahun 2016 terdiri dari NIK berjumlah = 4.126 buah, Kartu Keluarga = 695 buah, KTP = 2013 buah, dan akta-Kelahiran  sebanyak= 170  buah,Akta Jual Beli 8 Buah.

Untuk lebih jelasnya mengenai layanan catatan sipil dapat dilihat pada tabel di bawah

 

Tabel : 19

Data Pelayanan Catatan Cipil

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

No Jenis Layanan Jumlah Ket.
1 NIK 4.126
2 KK 695
3 KTP 2.013
4 Akta-akta Catatan Sipil 170
5 Akta-akta lainnya 8

 

Sumber : Data Desa Sukarame

 

  • Perijinan

Di Desa Sukarame , kesadaran mesyarakat dalam hal pembuatan perijinan masih sangat minim terutama dalam hal Ijin Mendirikan Bangunan, adapun jenis perijinan yang ada dan sering dibuat oleh masyarakat adalah

  • Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Ijin Gangguan (HO)
  • Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Ijin Penggunaan dan Pemanfaatan Air Tanah
  • Ijin Usaha Pertambangan Bahan galian Golongan C.

 

  • Aparatur Pemerintahan

Jumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Desa Sukarame  Tahun 2014 sebanyak 1 orang Kepala Desa, 1 orang Sekretaris Desa, 5 orang Kaur, 3 orang Kepala Dusun dan 3 Orang Pembantu Kepala Urusan 1 Orang kepala Dusun Untuk jelasnya dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

 

Tabel : 20

Jumlah Aparatur Pemerintahan dan Anggota Kelembagaan

Di Desa Sukarame  Tahun 2016

No Jenis Layanan Jumlah Ket.
1 Kepala Desa 1
2 Sekretaris Desa 1
3 Kepala Urusan 5
4 Kepala Dusun 3
5 Pembantu Kepala urusan 3
6 BPD 7

 

Sumber : Data Desa Sukarame

 

  • Isu Strategis

Isu Strategis merupakan permasalahan yang berkaitan dengan fenomena atau belum dapat diselesaikan pada periode lima tahun sebelumnya, dan memiliki dampak jangka panjang bagi keberlanjutan pelaksanaan pembangunan, sehingga perlu diatasi secara bertahap. Isu strategis Pembangunan Desa :

  1. Kualitas pelayanan umum pemerintahan masih dirasakan belum memuaskan bagi sebagian masyarakat Desa Sukarame , seperti pendidikan, kesehatan, kependudukan, sarana prasarana umum, yang bertumpu pada kurangnya alokasi dana yang ada dan kualitas aparatur pemerintahan.
  2. Kompetensi dan daya saing penduduk usia produktif/angkatan kerja di Desa Sukarame masih dirasakan kurang memenuhi harapan dunia usaha, sehingga peluang kerja dan peluang usaha yang ada kurang termanfaatkan secara optimal. Hal ini sangat berkaitan dengan kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
  3. Pertumbuhan ekonomi yang relative lambat mengakibatkan Sector riil kurang mampu berkembang dan memberikan pendapatan secara merata kepada segenap masyarakat. Hal ini masih terdapatnya masyarakat Desa Sukarame  berada di bawah garis kemiskinan.
  4. Kondisi lingkungan hidup cenderung semakin memprihatinkan sebagai akibat ekspolitasi, terutama terjadinya pembalakan hutan yang berimplikasi terhadap kerusakan lingkungan secara umum.
  5. Masih rusaknya berbagai sarana jalan sebagai sarana utama mobilisasi perekonomian, jaringan irigasi, sarana pendidikan, bertumpuknya lokasi persekolahan, sampai pada kurang berjalannya bentuk-bentuk perekonomian desa, dan juga fasilitas olahraga, serta pelayanan kesehatan masyarakat, yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.
Advertisements