Refleksi Sosial Kelompok 119 di Dusun Satu

dsc_0256-2

Mahasiswa KKN Sisdamas 2017 sedang melakukan refleksi sosial di dusun satu, salah satunya RW 02 dengan ketua RW , Pak Amin. (KKN119/nnw).

Salah satu siklus dalam kegiatan KKN SISDAMAS 2017 UIN Sunan Gunung Djati Bandung adalah refleksi sosial, yaitu sosialisasi yang dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat terhadap akar penyebab masalah sosial. Dalam pelaksanaannya, ada 2 hal penting yang harus dilakukan dalam Refleksi Sosial, yaitu olah Pikir dan oleh Rasa sehingga pendalaman yang dilakukan melibatkan mental, Rasa dan Karsa.

Pada tanggal 12 februari 2017 kelompok 119 melaksanakan refleksi sosial yang di lakukan langsung mendatangi kediaman ketua RW 01,02,03,04,05 yang merupak dusun 01 di Desa Sukarame. Seperti yang kita ketahui setiap RW memiliki 2-3 RT. Refleksi sosial di mulai dari jam 13:00 sampai selesai di sebabkan masing-masing ketua RW mempunyai kesibukan dari pagi sampe dzuhur.

Dari hasil refleksi sosial setelah melalui proses olah pikir dan olah rasa kelompok 119 berhasil mengidentifikasi permasalahan dari setiap RW pada dusun 01 Desa Sukarame, berbagai permasalahan yang teridentifikasi diantaranya adalah bidang Ekonomi, kebersihan, pendidikan bagi anak-anak Diniyah, jenjang pendidikan masyarakat, tidak aktifnya organisasi kepemudaan.

Ketua Rw 01 yang bernama Pak Sutisna, setelah kami mewawncarai beliau terdapat titik permasalahan yang dianggap paling penting adalah permasalahan ekonomi, dari permasalah tersebut muncul masalah baru yaitu adanya orang yang tidak bertanggung jawab dengan meminjamkan uang dengan bunga yang besar (Lintah Darat). Hal tersebut menimbulkan keresahan bagi masyarakat sampai kepada ketua RW nya. Dari isu tersebut kami bersama pak RW berinisiatif membentuk koperasi warga, sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat juga menjadi percontohan bagi RW yang lain, karena permasalahan ekonomi dirasakan oleh hampir semua masyarakat yang ada di dusun 01.

Selanjutnya kita mengunjungi ketua Rw 02 yang bernama Pak Amin, pemasalah yang paling dirasakan di RW tersebut adalah kurangnya tenaga pengajar pada bidang pendidikan keagamaan, yang mana didalam satu Diniyah hanya terdapat satu tenaga pengajar, padahal antusias dan jumlah anak-anaknya sangatlah besar. Hal serupa juga dirasakan pada Diniyah yang ada di RW 04, tetapi bedanya di Diniyah RW 04 hanya kekurangan dalam pengalaman dalam mengajarnya. Perbedaan selanjutnya pada Diniyah RW 04 sistem menejemennya sudah terbentuk dan terus mengalami perbaikan dalam setiap waktunya. Permasalahan lain pada RW 04 yang juga teridentifikasi di RW 03 adalah tentang kebersihan, seperti banyaknya sampah di pinggir jalan, dari permasalahan tersebut kami memunculkan program tong sampah kreatif yang didukung oleh ketua RW dan diapresiasi oleh kepala desa.

Yang terakhir pada RW 05, permasalah yang paling mencolok adalah masalah kepemudaan, dimana para pemudanya sangat sulit untuk digerakan. Sepeti fakumnya karang taruna, hal tersebut juga dirasakan oleh seluruh RW yang lain di dusun 01.

Dari hasi refleksi sosial tersebut dapat disimpulkan bahwa permasalahan pada dusun 01 Desa Sukarame sangatlah beragam, yaitu  pada masalah ekonomi, pendidikan, kebersihan dan kepemudaan.

Dengan adanya mahasiswa KKN Sisdamas UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan tema pemberdayaan, refleski sosial ini bisa jadi pemberdayaan untuk mahasiswa KKN sebagai bentuk partisipatif untuk masyarakat dusun 01 Desa Sukarame khususnya untuk masyarakat semua di Desa Sukarame yang mengalami permasalah yang sama dan program yang ada yang harus dikembangkan. (KKN119/rmh,dwk).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s